Goresan Ijal Mantap

Tampilkan postingan dengan label AQIDAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AQIDAH. Tampilkan semua postingan

Istawa versi Ibnu Taimiyah (Maha suci Allah daripada bertempat)

1. Tuhan Duduk Diatas Arasy Serupa Dengan Duduknya.

Ibnu taimiyah memfatwakan bahwa tuhan duduk bersela di atas 'arasy, serupa dengan duduk bersela'a Ibnu Taimiyah sendiri. Faham ini beberapa kali diulangnya di atas mimbar Masjid bani ummayah di damsyik syria dan di mesir.

 

tanya jawab masalah niat dan ushalli


Melihat banyaknya orang yang membicarakan tentang niat dan ushalli, bahkan ada sebahagian orang yang membantah permasalahan ushalli dengan melemparkan beberapa pertanyaan yang menyudutkan kesunnatan nya ushalli, oleh karena demikian maka disini kami akan menukilkan beberapa pertanyaan beserta jawaban nya secara gamblang:

    1.  Ada orang yang bertanya, bahwa didalam suatu hadist rasulullah SAW menyebutkan :
 

Dalil- Dalil ayat atau hadist sekitar niat dan membaca ushalli


Ulama- Ulama fiqih dalam mazhab syafi’i, ulam amutaqaddimin dan ulama muta-akhirin, telah membahas masalah niat dan ushalli sedalam-dalam dan seluas luasnya. Sudah lama beliau-beliau ini membahas soal ini dengan sangat serius, secara sungguh-sungguh, ditinjau dari bermacam-macam segi dan bermacam-macam dalil. Akhirnya mereka memutuskan hokum niat adalah wajib sedangkan membaca ushalli adalah sunnat.
Namun untuk membahas bagaimana cara mereka beristidlal dari dalil-dalil ayat dan hadist, mungkin dapat menghabiskan tulisan yang banyak dan panjang, maka disini tidak tertera tentang
 

Membaca Ushalli (bukanlah sesuatu yang bid'ah)


Maksud daripada “ushalli” adalah melafadhkan niat (membaca niat) sesaat sebelum takbir. Ada orang lain yang menamai ini dengan “Talaffudh binniyyat” ya’ni mengucapkan lafadh dengan lisan.
Membaca ushalli itu bukanlah niat, karena niat itu terletak di dalam hati bukan di lidah, dan pula memabaca ushaali ini terdahulu sesaat daripada takbir.
 

Niat menjadi penentuan bagi perbuatan yang dikerjakan

Arti niat dalam bahasa Indonesia ialah maksud, kalau dikatakan “saya hendak pergi ke Mekkah tahun depan” maka itu berarti bahwa saya bermaksud hendak pergi ke mekkah tahun depan.
Ada juga arti niat itu adalah tujuan. Kalau dikatakan :”saya berniat mencari uang untuk membikin rumah” maka itu berarti yang bahwa tujuan kita mencari uang itu ialah untuk
 

Tak perlu diributkan pada permasalahan ucapan Sayidina

Suatu masalah dalam agama yang nampaknya kecil tetapi pada hakikatnya besar, ialah masalah membaca “sayidina” ketika mengucapkan shalawat kepada nabi Muhammad saw.
Dikatakan kecil karena hanya menyangkut sepatah kata, tetapi besar karena masalah ini berhubungan langsung dengan pribadi nabi Muhammad Saw yang sangat dihormati.
Ulama-ulama sunny dan pengikut-pengikutnya memang dari dulu membiasakan diri
 

Zikir Dan Do'a

Sudah menjadi adat kebiasaan bagi Ummat islam, khususnya Ummat islam indonesia, membaca zikir yaitu kalimat-kalimat suci seperti :
ﻻ إله إﻻ الله ـ ﻻ إله إﻻ الله ـ ﻻ إله إﻻ الله

kalimat ini biasa dibaca bersama-sama atau sendiri-sendiri pada waktu sesudah mengerjakan sembahyang atau ketika mendo'a selamatan di rumah-rumah.
Biasanya dibaca sebanyak hitungan biji tasbih yaitu 100 x dan ada juga yang membaca 200 x atau 300 kali, sesuai dengan kesanggupan masing-masing.

Kalimat-kalimat dzikir itu banyak macamnya, diantaranya ada yang berbunyi :
 

Dalil-Dalil Berzikir

Ummat islam diperintahkan oleh Allah dan Rasul agar banyak-banyak berzikir ya'ni menyebut nama Allah dengan lisan dan dengan hati, baik ketika siang atau ketika malam.
Orang-orang tidak mau dzikir adalah orang yang sesat,pengikut hawa nafsu & tak pantas untuk diikut.
Banyak dalil yang shahih dalam alqur'an dan hadist yang menganjurkan supaya ummat islam seluruhnya tidak pandang bulu,kedudukan,usia supaya berdzikir kepada Tuhan yang menjadikannya.
Dalil-Dalil itu adalah :

DALIL KESATU :



 

Dalil-Dalil Tentang Anjuran Berdo'a

Berdo'a atau memohon kepada Allah adalah inti ibadah, ummat islam dengan tidak pandang derajat dan pangkat semuanya diperintahkan supaya banyak-banyak berdo'a kepada Tuhan siang dan malam.

Orang yang berdo'a seolah-olah bermunajat dengan Allah, berbisik dengan dia, dgn memakai kata-kata yang sopan, yang merendah, sebagai keadaannya orang-orang miskin yang meminta kepada orang-orang kaya.

Kedudukan do'a sangat tinggi dalam Ibadah Islam. Orang yang tidak mau berdo'a adalah orang-orang yang sombong, yang menganggap dirinya lebih tinggi, lebih pandai, lebih kaya dari tuhan.

Karena itu berdo'a dengan khusyu' dan tawadhu' sangat dianjurkan dalam agama Islam.

Dibawah ini kami nukilkan beberapa dalil tentang berdo'a.
 

Menolak Syubhat Anti Zikir

kaum anti zikir mengemukakan beberapa dalil untuk memperkuat pendapat mereka yaitu :

DALIL KESATU

Tuhan berfirman, kata mereka yaitu :
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya :’’Dan apabila telah selesai mengerjakan sembahyang maka bertebaranlah kamu diatas bumi dan carilah karunia Tuhan, supaya kamu menjadi beruntung” Al-Jumu’ah : 10).
Nah,, lihatlah kata mereka, Tuhan memerintahkan dalam ayat ini bahwa kalau telah selesai mengerjakan sembahyang maka bertebarlah, bukan duduk-duduk lagi membaca ini dan itu, orang-orang yang berzikir sesudah sembahyang menentang ayat ini, kata mereka.

Jawab kita
 

Qadha Sembahyang Merupakan Tuntutan

Ulama-ulama serta seluruh ummat islam mulai masa-masa dulu sampai sekarang berpendapat bahea sembahyang yang tertinggal wajib diqadha, dibayar, baik yang tertinggal karena lupa atau karena tertidur atau sengaja ditinggalkan.
Mengerjakan sembahyang yang tertinggal ialah dengan mengerjakan sembahyang buka dalam waktunya lagi, tetapi pada waktu dibelakangnya.
 

Tarawih menurut sunnah

 Suatu masalah agama yang menjadi perhatian juga setiap tahun ialah masalah tarawih. Sembahyang tarawih dikerjakan setiap tahun pada bulan ramadhan dan karena itu masalahnya tetap berulang tiap-tiap bulan ramadhan. Dulu-dulu orang islam indonesia sembahyang tarawih 20 raka'at dengan sepuluh kali salam, sesudah itu sembahyang witir 3 raka'at. Tetapi kemudian datang fatwa baru yang mengatakan bahwa raka'at sembahyang tarawih itu hanya 8 raka'at dengan 4 salam atau dengan 2 salam. 
Dikatakan pula bahwa yang 20 raka'at adalah bid'ah dan sesat.


 

Fatwa-Fatwa Ibnu Taimiyah Yang Keliru

1.TUHAN DUDUK DI ATAS 'ARASY SERUPA DUDUKNYA


Ibnu taymiyah memfatwakan bhwa tuhan duduk bersela di atas 'arasy,serupa dgn duduk bersela'a Ibnu Taimiyah sendiri.Faham ini beberapa kali diulang'a di atas mimbar Masjid bani ummayah di damsyik syria dan di mesir.
Ia mengemukakan dalil ayat qur'an yg diartikan'a semua saja,dan sebagai YANG TERSURAT SAJA,tanpa memperhatikan yg TERSIRAT dari ayat2 itu.
Jadi, Ibnu Taimiyah boleh digolongkan kpd kaum ZAHIRIYAH,yaitu "kaum lahir",yang mengartikan ayat2 Qur'an dan Hadist nabi secara lahir'a saja.

 

Pengertian & Pembahasan Bid'ah

Bid'ah dalam pengertian bahasa adalah :
مَا أُحْدِثَ عَلَى غَيْرِ مِثَالٍ سَابِقٍ
“ Sesuatu yang diadakan tanpa ada contoh sebelumnya ”.

Seorang ahli bahasa terkemuka, Ar-Raghib al- Ashfahani dalam kitab Mu ’jam Mufradat Alfazh al-Qur’an, menuliskan sebagai berikut:
اَلإِبْدَاعُ إِنْشَاءُ صَنْعَةٍ بِلاَ احْتِذَاءٍ وَاقْتِدَاءٍ. وَإِذَا اسْتُعْمِلَ فِيْ اللهِ تَعَالَى فَهُوَ إِيْجَادُ الشَّىْءِ بِغَيْرِ ءَالَةٍ وَلاَ مآدَّةٍ وَلاَ زَمَانٍ وَلاَ مَكَانٍ، وَلَيْسَ ذلِكَ إِلاَّ للهِ. وَالْبَدِيْعُ يُقَالُ لِلْمُبْدِعِ نَحْوُ قَوْلِهِ: )بَدِيْعُ السّمَاوَاتِ وَالأرْض( البقرة:117، وَيُقَالُ لِلْمُبْدَعِ –بِفَتْحِ الدَّالِ- نَحْوُ رَكْوَةٍ بَدِيْعٍ. وَكَذلِكَ الْبِدْعُ يُقَالُ لَهُمَا جَمِيْعًا، بِمَعْنَى الْفَاعِلِ وَالْمَفْعُوْلِ. وَقَوْلُهُ تَعَالَى: )قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُل( الأحقاف: 9، قِيْلَ مَعْنَاهُ مُبْدَعًا لَمْ يَتَقَدَّمْنِيْ رَسُوْلٌ، وَقِيْلَ: مُبْدِعًا فِيْمَا أَقُوْلُهُ.اهـ

 
 
Support : Al-Fata | Ijal Mantap |
Copyright © 2013. Goresan ijal mantap - All Rights Reserved
Di Design Ulang Oleh I Template Blog Published by I Template Blog
Proudly powered by Blogger